Beranda / Opini / Rp7,2 Miliar Berputar Setiap Hari, Program MBG Dorong Ekonomi Jambi

Rp7,2 Miliar Berputar Setiap Hari, Program MBG Dorong Ekonomi Jambi

JAMBI (cikaljambi.com) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jambi disebut mampu menggerakkan perputaran uang hingga Rp7,2 miliar setiap hari. Dana tersebut mengalir langsung ke masyarakat melalui berbagai sektor, mulai dari tenaga kerja hingga pelaku usaha pangan lokal.

Dilansir dari IMCNews, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya mengungkapkan bahwa program MBG di Jambi saat ini menjangkau sekitar 446 ribu penerima manfaat dengan melibatkan 545 pemasok dalam rantai distribusi.

Dari total anggaran harian Rp7,2 miliar, sekitar Rp963,5 juta dialokasikan untuk honor lebih dari 9.600 tenaga kerja atau relawan. Sementara itu, Rp881,5 juta digunakan untuk kebutuhan operasional seperti air minum, gas, bahan bakar, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Porsi terbesar, yakni sekitar Rp4,1 miliar, digunakan untuk belanja bahan pangan lokal seperti beras, daging ayam, telur, buah, dan sayuran. Dana ini disebut langsung masuk ke petani, peternak, dan pedagang di daerah, sehingga memberi dampak ekonomi di tingkat bawah.

Sony menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi penyimpangan dalam pengelolaan rantai pasok, termasuk praktik pengadaan yang tidak sesuai aturan.

Program MBG di Jambi diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Selain itu, pemerintah akan mulai menerapkan sistem evaluasi berbasis aplikasi untuk memastikan kualitas makanan dan pelayanan tetap sesuai standar.

Gubernur Jambi Al Haris menyebut program ini juga membuka pasar baru bagi produk pertanian dan peternakan lokal. Bahkan, banyak hasil produksi yang sebelumnya dijual ke luar daerah kini dapat terserap di dalam wilayah Jambi sendiri.

Pemerintah daerah pun terus mendorong penguatan rantai pasok melalui berbagai inisiatif seperti urban farming dan pengembangan desa tematik guna memastikan ketersediaan bahan pangan untuk program tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *