JAMBI (cikaljambi.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi lima titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Jambi. Kondisi ini menjadi peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Dilansir dari RRI, temuan hotspot tersebut berdasarkan pemantauan satelit terbaru yang menunjukkan adanya aktivitas panas di sejumlah daerah di Jambi.
BMKG menyampaikan bahwa kemunculan hotspot ini berkaitan dengan kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, minimnya curah hujan turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dalam bentuk apapun. Aktivitas tersebut berpotensi memperburuk kondisi lingkungan dan memperbesar risiko kabut asap.
BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi, seperti suhu udara tinggi pada siang hari serta potensi angin kencang di beberapa wilayah. Kondisi ini dapat mempercepat penyebaran api jika terjadi kebakaran.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait disebut terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas. Upaya pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat serta patroli di wilayah rawan karhutla.
BMKG berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan metode pembakaran, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.





