Antara (cikaljambi.id), Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) menyoroti bahwa peran manusia tidak boleh tergantikan sepenuhnya oleh sistem kecerdasan buatan. Ia menekankan bahwa keputusan akhir dalam penggunaan AI harus tetap berada di tangan manusia sebagai bentuk kontrol terhadap potensi risiko teknologi tersebut.
Menurutnya, penerapan prinsip human-in-the-loop atau keterlibatan manusia dalam setiap proses AI menjadi standar penting dalam tata kelola teknologi digital ke depan. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga etika, transparansi, serta akuntabilitas dalam pemanfaatan AI di berbagai sektor.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penyusunan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap mengutamakan perlindungan masyarakat. Upaya ini mencakup penguatan kebijakan yang memastikan penggunaan AI tidak menimbulkan dampak negatif, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun keamanan.
Wamenkomdigi juga mengajak berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri dan akademisi, untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem AI yang bertanggung jawab. Dengan demikian, pengembangan teknologi dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kepentingan publik.
Ia menegaskan bahwa kemajuan AI harus diarahkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, bukan justru menimbulkan risiko baru akibat kurangnya pengawasan manusia.
Wamenkomdigi Tekankan Kendali Manusia dalam Tata Kelola AI





