(cikalbakal,id) momentum libur Idul Fitri membawa dampak positif bagi pelaku UMKM di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh. Lonjakan jumlah wisatawan selama periode Lebaran mendorong peningkatan penjualan, khususnya pada produk oleh-oleh berupa pakaian khas daerah.
Isi
Dilansir dari RRI, pelaku usaha sablon lokal mulai merasakan peningkatan penjualan bahkan sejak sebelum hari raya. Tren tersebut terus berlanjut hingga beberapa hari setelah Lebaran, seiring tingginya mobilitas wisatawan yang datang ke daerah tersebut.
Salah satu pengusaha sablon mengungkapkan bahwa permintaan kaos bertema lokal meningkat signifikan selama periode libur. Jika pada hari biasa penjualan berkisar 20 potong per hari, saat Lebaran jumlahnya bisa melonjak hingga sekitar 50 potong per hari.
Produk yang paling diminati umumnya adalah kaos dengan desain tulisan nama daerah serta ikon khas Kerinci dan Sungai Penuh. Pembeli didominasi wisatawan yang mencari cendera mata untuk dibawa pulang.
Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari kisaran Rp85 ribu per potong, tergantung bahan dan desain. Tingginya minat beli ini tidak terlepas dari meningkatnya kunjungan wisatawan selama libur Lebaran.
Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan produk dan identitas budaya lokal kepada pengunjung.
UMKM Sablon Lokal Kebanjiran Pesanan Saat Lebaran, Wisatawan Jadi Pemicu Utama





