Beranda / Nasional / Rumah BUMN Jambi Gelar Workshop Bedah Kas Bisnis Dorong UMKM Tertib dan Profesional Kelola Keuangan

Rumah BUMN Jambi Gelar Workshop Bedah Kas Bisnis Dorong UMKM Tertib dan Profesional Kelola Keuangan

Jambi (cikaljambi.com) – Rumah BUMN Jambi menggelar kegiatan Workshop Bedah Kas Bisnis: Praktek Memisahkan Dompet Pribadi & Usaha. Workshop ini dihadirkan sebagai solusi atas tantangan yang kerap dihadapi pelaku UMKM, khususnya dalam pengelolaan arus kas yang masih bercampur antara kebutuhan pribadi dan bisnis. Melalui pendekatan praktik langsung, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga diajak merapikan sistem keuangan usaha secara lebih tertib, terukur, dan profesional. Workshop ini berlangsung di Rumah BUMN Jambi pada Jumat, 13/02/2026.

Workshop ini dirancang sebagai sesi pembelajaran aplikatif yang tidak hanya membahas teori, tetapi juga mengedepankan praktik langsung. Para peserta diajak untuk memahami secara mendalam pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha sebuah langkah dasar yang kerap diabaikan, namun sangat menentukan keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis.

Manajer Rumah BUMN Jambi dalam sambutannya menegaskan bahwa pengelolaan kas yang baik merupakan kunci utama agar UMKM dapat naik kelas.

“Banyak UMKM yang sebenarnya memiliki produk bagus dan pasar yang jelas, tetapi terkendala karena pencatatan keuangan yang belum rapi. Melalui workshop ini, kami ingin memastikan para pelaku UMKM memahami pentingnya memisahkan dompet pribadi dan usaha sebagai langkah awal menuju bisnis yang sehat dan bankable,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa pembekalan manajemen keuangan menjadi salah satu prioritas pendampingan di tahun 2026, agar UMKM binaan tidak hanya kuat dari sisi pemasaran dan digitalisasi, tetapi juga kokoh dalam tata kelola internal.

Hadir sebagai pemateri, Vera Amalia, S.E., Ak., M.Si, dosen dan akuntan berpengalaman, yang membimbing peserta secara interaktif dan sistematis. Dalam pemaparannya, Beliau menjelaskan bahwa pencampuran keuangan pribadi dan usaha seringkali membuat pelaku UMKM tidak dapat menghitung laba secara akurat.

“Memisahkan dompet pribadi dan usaha bukan sekadar disiplin administrasi, tetapi merupakan fondasi manajemen keuangan yang sehat. Tanpa pemisahan yang jelas, pelaku usaha akan kesulitan mengetahui arus kas, menghitung keuntungan bersih, hingga merencanakan pengembangan usaha,” jelasnya.

Dalam sesi praktik, peserta diminta langsung menyusun simulasi pencatatan arus kas harian, membuat alokasi pembagian keuntungan, serta merancang sistem sederhana untuk memisahkan rekening usaha dan pribadi. Pendekatan ini memberikan pengalaman nyata sehingga peserta dapat langsung menerapkannya dalam operasional bisnis masing-masing.

Salah satu peserta workshop mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan ini.

“Selama ini saya merasa usaha saya berjalan, tapi tidak pernah benar-benar tahu berapa keuntungan bersihnya. Setelah mengikuti workshop ini, saya jadi paham pentingnya memisahkan uang pribadi dan usaha. Ternyata sederhana, tapi dampaknya besar sekali untuk perkembangan bisnis,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Banyak pelaku UMKM menyampaikan bahwa mereka baru menyadari pentingnya pencatatan kas secara terstruktur setelah mengikuti workshop ini.

Melalui kegiatan ini, Rumah BUMN Jambi berharap para UMKM binaan semakin siap menghadapi tantangan bisnis yang kompetitif. Dengan sistem keuangan yang tertata, pelaku usaha tidak hanya mampu memantau kondisi bisnis secara akurat, tetapi juga lebih siap dalam mengakses pembiayaan, menjalin kerja sama, serta memperluas pasar.

Workshop Bedah Kas Bisnis ini menjadi bagian dari rangkaian program peningkatan kapasitas UMKM di tahun 2026 yang difokuskan pada penguatan praktik langsung dan solusi aplikatif, sehingga setiap peserta benar-benar mendapatkan manfaat nyata bagi perkembangan usahanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *